Setiap komputer yang ada memiliki keterbatasan perangkat keras. Komputer yang berdiri sendiri tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan pemakai yang menuntut peningkatan pelayanan. Orang pun kemudian mulai membangun infrastruktur komunikasi antar komputer. Karena pembuat perangkat keras komputer bermacam macam , maka terdapat bermacam macam konfigurasi hardware dan software yang berbeda. Bagaimana supaya komunikasi dapat tetap berlangsung dan tidak dibatasi oleh perbedaan ini? Dari awal dibuatnya TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Untuk menyatukan sistem sistem yang berbeda diperlukan suatu kesepakatan. Pada level konsensus ini, setiap mesin yang terhubung ke jaringan harus berperilaku sama. Dalam bagian model komunikasi data akan kita bicarakan beberapa protokol komunikasi serta kedudukan TCP/IP didalamnya
PROTOKOL H 323
1. Pengertian H.323
Pada sekitar tahun 1980-an, beberapa perusahaan besar di dunia mulai merasakan adanya kebutuhan untuk konferensi jarak jauh, baik berupa video maupun audio conferencing. Menanggapi kebutuhan tersebut, maka International Telecommunication Union (ITU) mengeluarkan standar H.320 yang berfungsi mengatur pelaksanaan video conferencing berbasis Integrated Service Digital Network (ISDN). Generasi kedua dari standar ini mengatur pelaksanaan video conferencing menggunakan PC, walaupun untuk koneksi jaringan tetap menggunakan ISDN. Tetapi pada era 90-an dimana Local Area Network (LAN) sudah menjadi sesuatu yang umum digunakan, belum terdapat satu standar yang mengatur pelaksanaan video conferencing dengan menggunakan LAN.
Standar H.323 dan H.324 merupakan standar baru yang mampu memenuhi kebutuhan conferencing menggunakan LAN. Standar H.323 mengatur pelaksanaan video conferencing menggunakan LAN dan untuk pertama kalinya memungkinkan adanya interoperabilitas antar hardware dan software yang dibuat oleh vendor berbeda. Standar H.324 dirancang untuk mengatur pelaksanaan video conferencing menggunakan jaringan telepon (PSTN).
Saat ini berbagai macam aplikasi H.323 telah tersedia, mulai dari aplikasi video conferencing, kolaborasi jarak jauh, electronic whiteboard, hingga Voice Over IP. Beberapa diantara aplikasi tersebut merupakan aplikasi yang didistribusikan secara gratis melalui internet. Sebagai contoh, bagi anda yang ingin mengembangkan aplikasi berbasis H.323, anda dapat menggunakan H.323 stack yang telah dibuat oleh openH323 (http://www.openh323.org). Lalu, apabila anda tertarik untuk melakukan konferensi menggunakan standar H.323, anda dapat mengambil player gratis yang disediakan oleh Microsoft, yaitu Microsoft NetMeeting (http://www.microsoft.com/netmeeting). Sebagai perangkat tambahan apabila anda ingin melakukan video conferencing, anda dapat membeli kamera digital yang saat ini sudah bisa didapat dengan harga yang cukup murah.
H.323 adalah suatu standar yang menentukan komponen protokol, dan prosedur yang menyediakan layanan komunikasi multimedia yakni komunikasi audio,Video dan data real time, melalui jaringan berbasis paket (packet based network ). Jaringan berbasis paket tersebut antara lain internet Protocol (IP), internet Packet Exchange (IPX), Local Area Network (LAN), Enterprise Network (EN), Metropolitan Area Network (MAN), dan Wide Area Network (WAN).
Protokol yang meng – coding video H.261/3, Audio G723 dan G711, dan beberapa protokol yang untuk berkomunikasi dengan gatekeeper.
Tabel di bawah ini rangkuman TCP dan UDP yang digunakan oleh H.323
Tabel 1. Rangkuman TCP dan UDP yang digunakan H.323
Port Type Description H323 Client H323 MCU H323 Gatekeeper
80 Static TCP HTTP Interface (Optional)
389 Static TCP ILS Registration (LDAP) x
1502 Static TCP T.120 x x
1718 Static UDP Gatekeeper Discovery x x x
1719 Static UDP Gatekeeper RAS x x x
1720 Static UDP/TCP H323 Call Setup x x
1731 Static TCP Audio Call Control x x
1024-65535 Dynamic UDP H245 Call Parameters x x
1024-65535 Dynamic UDP RTP ( Video Data Streams) x x
1024-65535 Dynamic UDP RTP ( Audio Data Streams) x x
1024-65535 Dynamic UDP RTCP Control Information x x
2.Standar H.323
Standar H.323 merupakan tambahan dari standar H.320 sehingga memungkinkan jaringan intranet dan jaringan packet switched sebagai sarana transport data-data multimedia dan conferencing. Secara teknis, standar H.323 tidak mengatur media jaringan yang digunakan sebagai sarana transport maupun protokol network layer yang digunakan.
Seperti halnya pada standar lain yang juga dikeluarkan oleh ITU, H.323 memungkinkan adanya hubungan point-to-point maupun point-to-multipoint. Rekomendasi H.323 memungkinkan adanya konferensi point-to-multipoint melalui berbagai jenis metode dan konfigurasi.
Karakteristik terminal berbasis H.323 dapat dilihat pada gambar sebagai berikut :
Standar H.323 mengatur hal-hal sebagai berikut :
• Video codec (H.261, dan lain-lain). Video codec bertugas mengencode data dari sumber video (kamera digital) untuk transmisi dan mendecode video code yang diterima untuk ditampilkan di layar penerima.
• Audio codec (G.711, G.723, dan lain-lain). Audio codec bertugas mengencode data dari sumber suara (mikrofon, dll) untuk transmisi dan mendecode sinyal code yang diterima untuk didengarkan oleh penerima.
• Data channel mendukung aplikasi-aplikasi seperti electronic whiteboard, kolaborasi aplikasi, dan lain sebagainya. Standar untuk aplikasi-aplikasi seperti ini adalah standar T.120. Aplikasi dan protokol lain tetap dapat dijalankan dengan menggunakan negosiasi menggunakan standar H.245.
• System control unit (H.245, H.225.0) yang menyediakan signalling yang berkaitan dengan komunikasi antar terminal H.323.
• H.225.0 layer yang memformat data video, suara, data, dan informasi kontrol lainnya sehingga dapat dikirimkan melalui LAN Interface sekaligus menerima data yang telah diformat melalui LAN Interface. Sebagai tambahan, layer ini juga bertugas melakukan error detection, error correction, dan frame sequencing (pengaturan urutan frame) agar data dapat mencapai tujuan sesuai dengan kondisi saat data dikirimkan. LAN interface disini harus menyediakan koneksi yang reliable (misal : menggunakan TCP atau SPX) untuk pengiriman control dan data channel. Sedangkan koneksi unreliable (misal : UDP) dapat digunakan untuk pengiriman audio dan video channel.
3. Keunggulan H.323
Keunggulan Protokol H.323 sebagai standar protokol untuk multimedia terletak pada hal berikut :
• Standar Codec : H.323 membuat standar untuk kompresi dan dkompresi untuk aliran data video dan audio, sehingga memastikan bahwa peralatan lain memiliki kompabilitas dengan peralatan yang lain.
• Interoperabilitas
User yang akan melaksnakan conference tidak harus khawatir akan kompabilitas pada sisi penerima. Selain memastikan bahwa penerima (receiver) dapat mendekompresi informasi yang dikirim , H. 323 juga mengembangkan metoda untuk menerima client untuk berkomunikasi yang sama dengan pengirimnya.
• Network Independence
H.323 dirancang agar dapat berjalan di lapisan atas dari arsitektur jaringan secara umum. Karena teknologi jaringan mengalami evolusi, dan teknik pengaturan bandwidth meningkat , maka solusi berbasis H.323 dirasa dapat mengikuti perkembangan tersebut.
• Patform dan Aplplication indepedence
H.323 tidak terikat pada salah satu jenis perangkat keras ataupun sistem operasi. Platform yang compliant dengan H.323 akan tersedia dalam berbagai ukuran dan bentuk, termasuk PC yang video enabled yang terdedikasi, peralatan telepon yang IP –enabled maupun TV kabel
• Dukungan terhadap multipoint
Walaupun pada kenyataannya H.323 dapat mendukung conference sampai tiga atau lebih endpoint tanpa membutuhkan multipoint control unit yang special , sebenarnya MCU menyediakan arsitektur yang fleksibel dan powerful untuk conference multipoint kemampuan multipoint dapat disertakan dalam tiap komponen sistem H.323.
• Bandwidt Management
Trafik Video dan audio adalah trafik yang membutuhkan bandwidth yang besar dan kebanyakan dapat membuat jaringan komunikasi data terhambat. H.323 berusaha menemukan solusi terhadap permasalahan ini dengan mempersiapkan pengaturan bandwidth. Pengaturan jaringan dapat membatasi jumlah user yang tersambung ke jaringan H.323 secara bersamaan.sesuai dengan bandwidth yang tersedia untuk aplikasi H.323.
• Dukungan terhadap multicast
H.323 mendukung pengangkutan multicast dalam conference multipoint. Multicast mengirim paket tunggal ke subset tujuan dalam jaringan tanpa replikasi. Sedangkan unicast mengirimkan multiple transmisi point to point , dan broadcast mengirim ke semua tujuan.
• Fleksibel
Sebuah conference H.323 dapat menyertakan sejumlah endpoint dengan kemampuan berbeda. Sebagai contoh, sebuah terminal yang berkemampuan suara saja dapat berpatisipasi dalam conference dengan terminal yang mempunyai kemampuan video dan data. Termianl H.323 dapat membagi porsi data untuk conference video dengan terminal yang berkemampuan T.120 (data) saja, dan melakukan pembagian suara dan video dengan terminal H.323 yang lain.
• Inter Network Conferencing
Banyak user yang menginginkan untuk melaksanakan conference dari sebuah LAN ke jarak jauh. H.323 dapat membangun antara sistem desktop berbasis LAN dengan sistem grup ISDN. H.323 menggunakan teknologi codec yang umum untuk tiap standar video conference yang berbeda untuk mengurangi delay transcoding.
4.Komponen H.323
Standar H.323 terdiri atas empat komponen yang jika disatukan dalam suatu jaringan\ akan memberikan layanan komunikasi multimedia point to point dan multipoint.
• Terminal
Terminal digunakan untuk komunikasi multimedia yang yang realtime bidirectional (dua arah) . Terminal H.323 dapat berupa personal supercomputer atau sebuah peralatan yang menjalankan aplikasi multimedia H.323. Peralatan tersebut harus mendukung komunikasi suara dan dan komunikasi data atau video.
Terminal H.323 dibuat untuk mendukung fungsi-fungsi :
Pertukaran kemampuan terminal dan pembautan akanl media H.245
Cal Signaling dan call setup H.225
Registrasi admision control dengan gatekeepeer (RAS)
RTP/RTCP untuk pengurutan audia dan Video
• Gateway
Sebuah gateway menghubungkan dua buah jaringan yang berbeda. Gateway H.323 menghubungkan jaringan H.323 dengan jaringan non-H.323. Sebagai contoh, suatu gateway dapat menghubungkan dan menyediakan komunikasi antara terminal H.323 dengan Switched Circuit Network. Pada jaringan yang sama –sama mengunakan H.323 tidak membutuhkan gateway.
• GateKeeper
Gatekeeper juga merupakan komponen optional pada H.323. Secara fisik, gatekeeper dapat menjadi satu dengan gateway, gatekeeper, dan periferal H.323 yang lain. Gatekeeper memiliki tugas :
Address translation. Melakukan perubahan dari alamat yang dikenal oleh H.323 (contohnya alamat telpon yang merujuk pada E.164) ke alamat yang dikenal di network layer (misal IP).
Admission control. Melakukan autentikasi terhadap endpoint yang hendak melakukan komunikasi dalam jaringan H.323.
Bandwidth control.
Zone management. Untuk manajemen, jaringan H.323 dibagi-bagi menjadi suatu daerah yang disebut zone.
Call control dan management. Digunakan untuk call setup antar endpoint yang hendak melakukan komunikasi. Feature ini yang digunakan pada Voice over IP untuk mengemulasi call control dan management yang dilakukan pada PSTN.
• Multipoint Control Unit (MCU)
MCU memberikan dukungan untuk konferensi tiga atau lebih terminal H.323. Semua terminal akan berpatisipasi dalam konferensi melakukan koneksi terlebih dahulu dengan Multipoint Control Unit. MCU Mengatur konferensi resource, negoisasi antar terminal untuk tujuan penentuan audio atau video coder/decoder (CODEC) yang digunakan untuk menangani media stream. Gatekeeper, Gateway dan MCU secara logika terpisah tapi secara fisikal dapat dijadikan satu.
• NAT
Nat (Network Address Translation) adalah teknik untuk memetakan dan menulis kembali seperangkat IP address. NAT digunakan untuk menyediakan sebuah class dari IP private dan IP unregister. Seperti 192.168.*.*.untuk mengakses ke host dengan adrres register internet yang unik.
Metoda pengamanan NAT adalah suatu bentuk pengamanan yang tidak teridentifikasi. Dengan menggunakan NAT di video conference membuat tidak mungkin untuk mensetting tanpa gatekeeper antar client. Dengan demikian tidak memungkinkan mengakses proxy secara langsung antar client karena setiap proses harus melalui gatekeeper.
5.Protocol pada H.323
Pada H.323 terdapat beberapa protocol dalam pengiriman data yang mendukung agar data terkirim real-time. Dibawah ini dijelaskan beberapa protocol pada layer network dan transport:
a. RTP(Real-Time Protocol)
Adalah protocol yang dibuat untuk megkompensasi jitter dan desequencing yang terjadi pada jaringan IP. RTP dapat digunakan untuk beberapa macam data stream yang realtime seperti data suara dan data video. RTP berisi informasi tipe data yang di kirim, timestamps yang digunakan untuk pengaturan waktu suara percakapan terdengar seperti sebagaimana diucapkan, dan sequence numbers yang digunakan untuk pengurutan paket data dan mendeteksi adanya paket yang hilang.
Gambar 3 Komponen RTP header
RTP didesain untuk digunakan pada tansport layer, namun demikian RTP digunakan diatas UDP, bukan pada TCP karena TCP tidak dapat beradaptasi pada pengerimiman data yang real-time dengan keterlambatan yang relatif kecil seperti pada pengiriman data komunikasi suara.
Dengan menggunakan UDP yang dapat mengirimkan paket IP secara multicast, RTP stream yang di bentuk oleh satu terminal dapat dikirimkan ke beberapa terminal tujuan.
b. RTCP(Real-Time Control Protocol)
Merupakan suatu protocol yang biasanya digunakan bersama-sama dengan RTP. RTCP digunakan untuk mengirimkan paket control setiap terminal yang berpartisipasi pada percakapan yang digunakan sebagai informasi untuk kualitas transmisi pada jaringan. Terdapat dua komponen penting pada paket RTCP, yang pertama adalah sender report yang berisikan informasi banyaknya data yang dikirimkan, pengecekan timestamp pada header RTP dan memastikan bahwa datanya tepat dengan timestamp-nya. Elemen yang kedua adalah receiver report yang dikirimkan oleh penerima panggilan. Receiver report berisi informasi mengenai jumlah paket yang hilang selama sesi percakapan, menampilkan timestamp terakhir dan delay sejak pengiriman sender report yang terakhir.
c. RSVP(Resource Reservation Protocol)
RSVP bekerja pada layer transport. Digunakan untuk menyediakan bandwidth agar data suara yang dikirimkan tidak mengalami delay ataupun kerusakan saat mencapai alamat tujuan unicast maupun multicast. RSVP merupakan signaling protocol tambahan pada VoIP yang mempengaruhi QoS. RSVP bekerja dengan mengirimkan request pada setiap node dalam jaringan yang digunakan untuk pengiriman data stream dan pada setiap node RSVP membuat resource reservation untuk pengiriman data. Resource reservation pada suatu node dilakukan dengan menjalankan dua modul yaitu admission control dan policy control. Admission control digunakan untuk menentukan apakah suatu node tersebut memiliki resource yang cukup untuk memenuhi QoS yang dibutuhkan. Policy control digunakan untuk menentukan apakah user yang memiliki ijin administratif (administrative permission) untuk melakukan reservasi. Bila terjadi kesalahan dalam aplikasi salah satu modul ini, akan terjadi RSVP error dimana request tidak akan dipenuhi. Bila kedua modul ini berjalan dengan baik, maka RSVP akan membentuk parameter packet classifier dan packet scheduler. Packer Clasiffier menentukan kelas QoS untuk setiap paket data yang digunakan untuk menentukan jalur yang digunakan untuk pengiriman paket data berdasarkan kelasnya dan packet scheduler berfungsi untuk menset antarmuka (interface) tiap node agar pengiriman paket sesuai dengan QoS yang diinginkan.


